<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Assalamualaikum</title>
	<atom:link href="http://salmanalfarizi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salmanalfarizi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2009 07:14:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salmanalfarizi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Assalamualaikum</title>
		<link>http://salmanalfarizi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salmanalfarizi.wordpress.com/osd.xml" title="Assalamualaikum" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salmanalfarizi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Api dan Asap</title>
		<link>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2009/08/26/api-dan-asap/</link>
		<comments>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2009/08/26/api-dan-asap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 07:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmanalfarizi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanalfarizi.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika ada kapal tenggelam akibat diterjang badai. Tak ada penumpangnya yang tersisa. Kecuali, satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum seutuhnya berpihak kepada pria itu. Dia terdampar ke sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Sendiri. Tanpa bekal makanan. Orang itu berdoa kepada Tuhan minta diselamatkan. Usai berdoa, ia pandangi penjuru cakrawala. Berharap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salmanalfarizi.wordpress.com&amp;blog=4453669&amp;post=8&amp;subd=salmanalfarizi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika ada kapal tenggelam akibat diterjang badai. Tak ada penumpangnya yang tersisa. Kecuali, satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum seutuhnya berpihak kepada pria itu. Dia terdampar ke sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Sendiri. Tanpa bekal makanan.</p>
<p>Orang itu berdoa kepada Tuhan minta diselamatkan. Usai berdoa, ia pandangi penjuru cakrawala. Berharap ada kapal datang. Tapi, tak ada tanda-tanda ada kapal yang di harapkan tiba. Ia berdoa lagi lebih khusyuk. Kemudian, menatap jauh kelaut lepas. Tidak ada kapal datang. Sekali lagi pria itu berdoa, tapi tak ada juga kapal yang diharapkan. Ya, pulau tempatnya terdampar telalu terpencil. Hampir tidak ada kapal lewat didekatnya.</p>
<p>Akhirnya, pria itu tidak berdoa lagi. Ia telah lelah berharap. Lalu, ia menghangatkan badan. Di kumpulkannya pelepah nyiur untuk membuat perapian. Setelah tubuhnya terasa nyaman, pria utu membuat rumah-rumahan sekedar tempat melepas lelah. Di susunnya semua nyiur dengan cermat agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.</p>
<p>Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Di carinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok di jelajahi hingga kemudian ia kembali kegubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah. Hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar karena pri a itu lupa memadamkan perapian. Asap membumbung tinggi ke angkasa. Hilanglah semua kerja keras semalaman.</p>
<p>Pria itu berteriak marah, “Tuhan, mengapa kau lakukan ini padaku. Mengapa? Mengapa…?” Teriaknya melengking menyesali nasib.</p>
<p>Tiba-tiba terdengar suara peluit. Tuittt…tuuitttt….Ternyata itu suara sebuah kapal yang sedang mendekat. Kapal itu merapat ke pantai. Beberapa orang turun menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya itu.</p>
<p>Tentu saja pria itu terkejut. “Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini?” tanyanya penuh keheranan.</p>
<p>“Kami melihat simbol asapmu!” jawab salah seorang awak kapal.</p>
<p>Teman, itulah kita. Kita adalah orang manja dan pemarah saat ditimpah musibah. Bahkan, selalu menilai bahwa nestapa yang kita terima adalah penderitaan yang begituh berat dan tak pernah dirasakan oleh siapapun. Itulah sebabnya kenapa kita begitu mudah mengeluh, marah, bahkan mengmpat.</p>
<p>Teman, tentu sikap itu tidak tepat. Seharusnya, musibah tidak boleh membuat kita kehilangan hati kita. Tuhan harus selalu ada di hati ita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun. Sebab, Tuhan itu tidah tidur. Ia tahu betul kegelisahan dan jeritan hati kita. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan kasihNya selalu datang kepada kita. Pada saat dan cara yang Tidak disangka-sangka. Hanya saja kita terlalu kerdil untuk memahaminya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salmanalfarizi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salmanalfarizi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salmanalfarizi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salmanalfarizi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salmanalfarizi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salmanalfarizi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salmanalfarizi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salmanalfarizi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salmanalfarizi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salmanalfarizi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salmanalfarizi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salmanalfarizi.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salmanalfarizi.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salmanalfarizi.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salmanalfarizi.wordpress.com&amp;blog=4453669&amp;post=8&amp;subd=salmanalfarizi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2009/08/26/api-dan-asap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68614fc96b9897d11a360ce23cf801f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Roni_chan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1001 Burung Kertas</title>
		<link>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2009/01/29/1001-burung-kertas/</link>
		<comments>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2009/01/29/1001-burung-kertas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 07:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmanalfarizi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanalfarizi.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan. Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salmanalfarizi.wordpress.com&amp;blog=4453669&amp;post=3&amp;subd=salmanalfarizi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan. Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yangdiberikan kepada July. Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “ Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dansebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan. Suatu hari Reo pun berkelilingkotadengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July. Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July. Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuahsuratkepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuksuratkumal kepada Reo. Reo membacasuratitu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..July “ Setelah membacasurat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran. Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salmanalfarizi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salmanalfarizi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salmanalfarizi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salmanalfarizi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salmanalfarizi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salmanalfarizi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salmanalfarizi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salmanalfarizi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salmanalfarizi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salmanalfarizi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salmanalfarizi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salmanalfarizi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salmanalfarizi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salmanalfarizi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salmanalfarizi.wordpress.com&amp;blog=4453669&amp;post=3&amp;subd=salmanalfarizi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2009/01/29/1001-burung-kertas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68614fc96b9897d11a360ce23cf801f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Roni_chan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2008/08/08/Halo-Dunia/</link>
		<comments>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2008/08/08/Halo-Dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 15:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmanalfarizi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salmanalfarizi.wordpress.com&amp;blog=4453669&amp;post=1&amp;subd=salmanalfarizi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salmanalfarizi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salmanalfarizi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salmanalfarizi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salmanalfarizi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salmanalfarizi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salmanalfarizi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salmanalfarizi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salmanalfarizi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salmanalfarizi.wordpress.com&amp;blog=4453669&amp;post=1&amp;subd=salmanalfarizi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanalfarizi.wordpress.com/2008/08/08/Halo-Dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68614fc96b9897d11a360ce23cf801f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Roni_chan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
